Difteri Mirip Radang Amandel

November 6, 2011, kadekanie

Masyarakat umum kadang agak sulit untuk membedakan difteri dengan radang amandel karena keduanya menunjukkan gejala sakit menelan dan demam. Bedanya adalah pada difteri terjadi demam dengan suhu tubuh yang tidak terlalu tinggi, sedangkan pada radang amandel, suhu tubuh penderita tinggi. Deteksi dini difteri sangat penting untuk penanganan selanjutnya. Jika memang ada gejala mengarah ke difteri, sebaiknya segera ke dokter.

Jika keluhan sakit saat menelan dan demam tidak kunjung membaik dalam 2-3 hari, segera berobat ke dokter dan dokter sebaiknya curiga jika pasien pernah kontak dengan penderita difteri. Biasanya dilakukan swab (usap dinding tenggorok). Hasil yang diperlukan adalah biakan kuman Corynebacterium diphteriae. Jika pasien positif menderita difteri, maka segera diberi anti difteri serum dan antibiotik. Anggota keluarga juga harus diperiksa dan sebaiknya penderita segera diisolasi karena penularan penyakit ini sangat cepat yaitu melalui kontak udara dan peralatan makan-minum yang digunakan oleh penderita. Makin cepat diketahui penyakitnya, semakin cepat penderita memperoleh pengobatan sehingga kemungkinan untuk menularkannya pada orang lain dapat diminimalisasi.

Jenis Serangan di Saluran Nafas

- Difteri hidung : terjadi bila kuman menyerang bagian hidung. Gejalanya pilek bahkan mimisan. Bila diperhatikan ada luka lecet pada daerah sekitar hidung dan bibir, juga pada pseudomembran di sekitar hidung.

- Difteri faring : terjadi bila kuman menyerang bagian tenggorok. Gejala yang tampak adalah suhu badan meningkat sedang, mual, muntah dan tidak nyaman. Bila sakit sudah berat dapat disertai pembengkakan leher dan pendarahan.

- Difteri Laring : merupakan kelanjutan difteri faring. Gejalanya batuk menggonggong, suara parau dan terjadi sumbatan saluran nafas atas.

Fakta Keganasan Difteri

  • Difteri disebabkan oleh kuman Corynebacterium diphteriae. Bakteri tersebut mengeluarkan racun. Pseudomembran yang dihasilkan bakteri tersebut menyebabkan penyempitan saluran udara atau secara tiba-tiba bisa terlepas dan menyumbat saluran udara. Dampaknya, anak mengalami kesulitan bernafas. Bisa terjadi apneu (henti nafas) dan sianosis (kulit tampak kebiruan karena kurang oksigen). Pada difteri yang ringan, jarang terbentuk pseudomembran.
  • Rawan jika toksin beredar melalui aliran darah. Kemudian berdampak pada kerusakan jaringan di seluruh tubuh, terutama jantung dan syaraf
  • Peradangan pada otot jantung biasanya terjadi pada hari ke 10 hingga hari ke-14. Tetapi hal itu bisa terjadi kapan saja selama minggu pertama hingga minggu keenam. Kerusakan jantung bisa bersifat ringan, tambak sebagai kelainan ringan pada rekam jantung. Atau bersifat sangat berat hingga gagal jantung dan kematian mendadak.
  • Antara minggu ketiga hingga minggu keenam bisa terjadi peradangan pada syaraf lengan dan tungkai. Keluhan yang disampaikan, terjadi kelemahan pada lengan dan tungkai.
  • Difteri juga bisa menyerang kulit. Keadaan itu disebut difteri kutaneus, terutama ditemukan pada orang-orang dengan tingkat higiene dan sanitasi yang buruk.
  • Kadang difteri juga menyerang mata
Related Posts with Thumbnails

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*