Infertilitas, Masalah Suami Istri
Penentuan seseorang infertil atau tidak memerlukan analisa dan harus memenuhi kriteria tertentu termasuk apakah pasangan suami istri melakukan hubungan secara teratur selama 12 bulan terakhir.
Sebanyak 85% pasangan, sudah hamil dalam kurun waktu kurang dari setahun, sebaliknya ada juga wanita yang baru hamil setelah 2 tahun. Jika ditanya penyebabnya, tidak mudah menentukannya. 45% berasal dari pria, 45% berasal dari wanita, dan sisanya 10% tidak diketahui.
Infertilitas pada wanita paling sering disebabkan oleh gangguan ovulasi, gangguan di saluran telur, endometriosis dan gangguan mulut rahim (pernah mengalami infeksi)
Pemeriksaan yang dilakukan adalah
- Anamnesa:konseling/wawancara tentang siklus menstruasi
- Pemeriksaan fisik:tiroid, hiperandrogen
- Pemeriksaan organ genital, USG, untuk melihat kondisi rahim dan saluran telur, ada/tidaknya kista atau miom
- Pemeriksaan infertilitas rutin
Terdapat beberapa masalah tentang ovulasi
1. Gangguan fungsional : umumnya terjadi pada wanita dengan berat badan berlebih, hormon normal namun tidak mengalami ovulasi. Yang paling sering disebabkan oleh polycystic ovarium (PCO), atau bisa juga sifat kelaki-lakian karena hormon tidak seimbang.
2. Un-ovulasi : Biasanya disebabkan oleh gangguan hipofisa di otak yang tidak berfungsi baik akibat stress, over excercise. Akibatnya wanita menjadi terlalu kurus.
3. Hipofisa berlebihan, indung telur bermasalah
4. Masalah di ovarium
5. Hiperprolaktin : Adanya tumor pada hipofisa. Ini merupakan penyebab infertilitas no 2 terbanyak pada wanita.
Infertilitas pada Pria
Pemeriksaan yang dilakukan adalah jumlah dan motilitas (gerakan) sperma. Menurut WHO, sperma dikatakan normal jika banyaknya sperma normal adalah 2-5cc, konsentrasi 20juta/cc, motilitas 50% dengan gerakan yang bagus serta bentuknya minimal 30% bagus
Penyebab buruknya kualitas sperma adalah rokok, alkohol, obat-obatan dan kebiasaan yang keliru, misalnya sering mandi air hangat, sering menggunakan celana ketak.
Secara garis besar penyebab infertilitas ada 3:masalah hormonal, infeksi dan kelainan kromosom. Dua penyebab pertama dapat dikoreksi.
Yang pasti untuk menegakkan diagnois infertilitas tidak secepat membalikkan telapak tangan, diperlukan pemeriksaan step by step, dan yang pasti informasi yang disampaikan kepada dokter harus jelas dan rinci.
Sumber : Anakku/Feb 07


