Panas Dalam, Sinyal Adanya Gangguan Tubuh

January 8, 2011, doisrecipes

Istilah panas dalam cukup populer diucapkan. Biasanya merujuk pada kondisi yang tak enak, rasa mual, tubuh merasa panas, sariawan, sakit tenggorokan dan bibir pecah-pecah. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan panas dalam? Adakah cara yang baik untuk mencegah dan mengobatinya?

Dalam dunia kesehatan, sebenarnya tidak ada istilah panas dalam. Istilah ini menjadi populer karena kerap digunakan kalangan masyarakat untuk menunjukkan kondisi badan yang tidak fit dan disertai gejala seperti bibir pecah, sariawan, plus radang tenggorokan.

Gejala panas yang dirasakan di dalam tubuh sebenarnya adalah mekanisme pertahanan dari sistem kekebalan tubuh ketika melawan gejala penyakit. Penyebabnya pun macam-macam, misalnya: untuk orang yang mengeluh panas dalam dengan gejala sariawan atau radang tenggorokan berarti terjadi peradangan pada mulut dan tenggorokan akibat infeksi.

Begitu juga gejala mual atau diare yang disertai rasa panas dalam tubuh menunjukkan terjadinya peradangan di dalam lambung. Panas dalam juga bisa menjadi sinyal bagi tubuh yang kelelahan. Itu artinya tubuh butuh istirahat. Jika daya tahan tubuh menurun karena kelelahan, maka dapat memancing timbulnya berbagai macam penyakit yang memicu timbulnya panas dalam tadi.

Panas dalam juga bisa timbul akibat ketidakseimbangan hormon. Pada wanita yang sedang haid misalnya, terkadang disertai keluhan sariawan, perut tak nyaman, hingga rasa terbakar muncul akibat perubahan hormonal, stres, infeksi, hingga kekurangan vitamin C dan zat besi yang menurunkan daya tahan tubuh.

Gejala panas dalam akibat infeksi bisa diobati dengan antibiotik. Namun kita juga bisa mencoba melalui cara alami yang lebih sehat. Salah satunya dengan minuman cingcau yang memiliki kandungan karbohidrat, kalsium, fosfor, dan vitamin A, B1, dan C yang bermanfaat meredam panas dalam. Selain itu, serat larut airnya bisa mengikat kadar gula dan lemak yang bisa mengurangi resiko penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Minuman cingcau dikombinasikan dengan kayu manis juga efektif karena kayu manis juga efektif karena kayu manis mengandung minyak atsiri eugenol, tanium dan oksalat yang juga berkhasiat meredam panas dalam plus antioksidan.

Beberapa hal yang patut diperhatikan agar tidak terkena panas dalam adalah makan teratur untuk menghindari gangguan asam lambung, tidak mengkonsumsi makanan yang terlalu dingin atau panas, serta hindari gorengan yang bisa menyebabkan iritasi pada tenggorokan dan lambung. Selain itu berolah raga teratur dan mengendalikan stres juga dapat membantu tubuh menghindari timbulnya gejala panas dalam.

Saji, edisi 186, Agustus 2010

Related Posts with Thumbnails

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*