Seputar Green Tea

July 27, 2010, ferardine

Banyak sekali disekitar kita segala produk yang mengklaim mengandung green tea, mulai dari makanan, minuman, permen bahkan lulur mandi pun mengandung green tea. Sebenarnya apa sih green tea itu? Apa beda dengan teh hitam biasa? Dan dalam bentuk apa yang paling baik dikonsumsi sehingga bermanfaat buat kesehatan? Yuk disimak…

Green tea berasal dari daun Camelia sinensis dan selama prosesnya hanya mengalami sedikit sekali oksidasi. Awalnya berasal dari China dan selama beberapa dekade, green tea telah banyak diteliti khususnya penelitian yang berkaitan dengan kesehatan, beberapa bukti menjelaskan bahwa orang yang meminum green tea dengan teratur sedikit kemungkinan terkena penyakit jantung dan kanker. Kandungan polifenol dan kafein dapat berfungsi untuk mengatasi kegemukan karena akan menginduksi thermogenesis dan menstimulasi oksidasi lemak.

Kandungan green tea sebagai berikut :

  1. Epigallocatechin gallate [EGCG]
  2. Karotenoid
  3. Tokoferol
  4. Asam askorbat [vitamin C]
  5. Mineral [Chromium, Mangan, Selenium/Zink] dan berbagai komponen fitokimia lainnya

Berbagai kandungan dalam green tea tersebut diketahui dapat memiliki khasiat mengurangi resiko penyakit kardiovaskular, mengurangi kolesterol, meningkatkan oksidasi lemak, sifat antioksidannya melindungi sel – sel dalam tubuh dan mengurangi resiko kanker.

Apa yang membedakan green tea dengan black tea yang terlebih dahulu kita kenal? Sebenarnya tipe teh tergantung dari proses yang terjadi di dalam teh itu sendiri. Daun dari Camelia sinensis yang dipetik akan menjadi rusak dan teroksidasi jika tidak segera dikeringkan. Daun tersebut akan berubah menjadi lebih gelap seiring dengan pecahnya klorofil dan lepasnya tannin. Proses ini di dalam industri teh disebut sebagai fermentasi [meskipun bukan fermentasi sesungguhnya] melainkan adanya oksidasi enzim yang tidak melibatkan miroorganisme dan bukan merupakan proses an aerob. Pada black tea proses dibagi menjadi beberapa tahap, setelah daun dipetik, dibiarkan selama beberapa jam. Kemudian pada saat daun menjadi bergulung, minyak akan dibawa ke permukaan dan minyak aromatik ini akan terlibat dalam proses oksidasi yang berlangsung selama beberapa jam. Proses yang terakhir adalah menempatkan daun di dalam oven sampai mencapai 93C. Jika daun sudah 80% menjadi kering, maka proses pengeringan dilanjutkan dengan api. Hasilnya teh berwarna kecoklatan atau bahkan menjadi hitam.Berbeda dengann proses untuk menghasilkan green tea. Daun dipetik, proses menggulung daun untuk memecah membrannya agar teroksidasi tidak dilakukan,  daun dikeringkan kemudian daun digulung sehingga hasil tetap berwarna hijau.

Bagaimana cara tepat membuat green tea? Cukup dengan air bersuhu 80-85°C, air yang lebih panas akan merusak daun dan menjadikan green tea berasa pahit. Akan lebih baik jika tempat [mug/poci] dihangatkan dulu sehingga pada saat diisi teh tidak akan terjadi perubahan suhu yang drastis menjadi dingin.

Nah jadi tahu kan sekarang gimana cara menikmati green tea dengan benar, jangan gampang terpengaruh berbagai jenis produk yang mengandung green tea, perhatikan juga proses pembuatannya yang bukan tidak mungkin akan merusak kandungan zat-zat berkhasiat yang ada dalam green tea tersebut.

Related Posts with Thumbnails

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*