Tumor Otak : Gejala dan Penyebab

July 9, 2017, kadekanie

Seiring dengan perubahan era dan gaya hidup, pada saat sekarang telah terjadi pergeseran usia pengidap beberapa jenis penyakit yang dulunya biasa menyerang usia lanjut, demikian dikatakan sebuah survey yang dipublikasikan sebuah buletin kesehatan beberapa waktu yang lalu. Lebih lanjut diungkapkan juga bahwa pada saat sekarang, faktor resiko penyakit stroke, jantung koroner hingga tumor otak ternyata sudah bergeser pada usia 30-an dibandingkan beberapa dekade yang lalu yang biasa menyerang pada usia akhir 40-an hingga awal 50-an. Menurut salah seorang staff medis di sebuah rumah sakit swasta terbesar di Surabaya, diungkapkan bahwa tumor otak merupakan salah satu jenis penyakit yang perlu diwaspadai karena resiko kematian yang tinggi selain jantung koroner dan stroke. Lebih lanjut dikatakan bahwa apabila pasien sudah survive dari tumor otak, kemungkinan untuk kembali normal seperti sedia kala juga memiliki kemungkinan yang tipis karena telah terjadi kerusakan sel syaraf otak. Menyadari begitu fatalnya akibat yang ditimbulkan oleh tumor otak, maka ada baiknya jika masyarakat mengetahui apa saja gejala dan penyebab tumor otak.

 

Gejala dan penyebab

Berikut beberapa gejala dan penyebab tumor otak yang sebaiknya perlu diketahui dan diwaspadai sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:

  • Gangguan motorik. Menurut salah seorang dokter spesialis syaraf yang berdinas di sebuah rumah sakit di Surabaya, dikatakan bahwa gangguan motorik seperti kehilangan fungsi koordinasi, kesulitan berjalan dan berbicara, mata terus berkedip dengan ritme cepat, kesulitan menelan, kesulitan menulis serta memegang sesuatu, merupakan salah satu gejala serangan tumor otak pada daerah otak kecil, batang otak serta lobus parietal.
  • Gangguan penglihatan. Kehilangan penglihatan sebagian seperti kabur, berbayang pada salah satu bagian mata, merupakan salah satu gejala tumor otak yang menyerang lobus occipital. Pada beberapa serangkaian kasus, terkadang gangguan penglihatan ini juga diikuti dengan terjadinya kelumpuhan pada otot wajah, sehingga wajah terlihat asimetris.
  • Kram, kesemutan hingga kejang. Pada alat gerak motorik seperti tangan dan kaki, seringkali terasa kram, kaku atau bahkan kesemutan yang berkelanjutan dan menyerang secara tiba-tiba. Hal ini berbeda dengan serangan ostheoartitis atau rematik yang menyerang secara kontinu dan terus menerus. Pada serangan mendadak yang parah, bisa saja penderita mengalami kejang seperti ayan atau epilepsi, sehingga perlu pengawasan ketika penderita sedang berada di kamar mandi atau dapur. Apabila ini terjadi, bisa saja tumor otak telah menyerang bagian lobus temporale. Salah satu gejala dan penyebab tumor otak ini juga perlu diwaspadai.
  • Paparan radiasi. Paparan radiasi secara terus menerus dalam jangka panjang seperti pengobatan dengan kemoterapi, laboratorium rekayasa genetik tumbuhan yang menggunakan radiasi untuk menemukan bibit ungul tahan hama, merupakan beberapa faktor penyebab tumbuhnya jaringan otak yang hiperaktif, sehingga jaringan tersebut tetap aktif walaupun sudah mati sehingga membentuk jaringan abnormal dan berkembang menjadi tumor jinak ataupun ganas yang disebut dengan kanker.

Demikianlah beberapa gejala dan penyebab tumor otak yang sebaiknya perlu mendapat perhatian yang serius. Akan lebih baik apabila segera mengunjungi pusat kesehatan terdekat apabila terdapat salah satu gejala seperti di atas agar segera mendapatkan penanganan yang tepat. Semoga bermanfaat.

Related Posts with Thumbnails

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories