Vitamin C

September 9, 2010, kadekanie

Nama lain: Antiscorbutic Vitamin, Ascorbate, Ascorbyl Palmitate, Calcium Ascorbate, Cevitamic Acid, Iso-Ascorbic Acid, L-Ascorbic Acid, Sodium Ascorbate.

Vitamin C (ascorbic Acid) adalah suatu vitamin yang bisa dibuat secara sintetis dan dapat juga ditemukan di alam. Sumber terbaik adalah buah dan sayuran segar terutama jeruk. 

Kegunaan : Pengobatan dan pencegahan kekurangan vitamin C; Membantu penyerapan besi; Pengobatan tyrosinemia pada bayi baru lahir;

Kemungkinan besar dapat pula berguna untuk : Kulit keriput; Menurunkan resiko kanker mulut dan payudara. Hal ini terjadi jika kita mengkonsumsi vitamin C dari buah dan sayuran segar, bukan dari suplemen; Mengobati demam, tetapi tidak untuk mencegah demam/pilek; Tekanan darah tinggi; Menurunkan resiko kehilangan massa tulang dan cartilage; Membantu kerja obat lebih lama untuk sakit dada seperti nitroglycerin; Menurunkan resiko infeksi paru karena latihan berat; Menurunkan resiko penyakit peripheral arterial pada wanita; Mencegah atherosclerosis; Mencegah masalah ginjal sehubungan dengan terapi angiography; Pengobatan ulcer akibat infeksi bakteri H. pylori; Menurunkan protein di dalam urin penderita diabetes type 2 (albuminuria); Menurukan resiko transimisi HIV dari ibu kepada bayi jika dikonsumsi dengan vitamin vitamin B and E; Menurunkan lead dalam darah dengan mengkonsumsi makanan kaya vitamin C; Menurunkan resiko komplikasi pada wanita hamil yang beresiko pre-eclampsia; Memperbaiki penampilan fisik dan kekuatan setelah usia bertambah;

Kemungkinan tidak efektif untuk : Mencegah flu; Mengurangi resiko stroke; Mengurangi resiko Alzheimer’s dan penyakit otak lainnya yg disebabkan oleh kehilangan kepintatan; Pencegahan penyakit mata yang berhubungan dengan interferon; Pengobatan bronchitis; Menurunkan masalah kulit yang mendapatkan pengobatan radiasi karena kanker; Mencegah kanker pancreatic; Mencegah kanker prostate; Mencegah diabetes type 2;
Cara kerja Vitamin C (ascorbic Acid): Vitamin C diperlukan untuk pengembangan dan fungsi banyak bagian dalam tubuh serta penting untuk memelihara sistem imun tubuh.

 Tingkat keamanan: Vitamin C aman dikonsumsi secara oral maupun dioleskan pada kulit. Pada beberapa orang, Vitamin C mungkin menyebabkan mual, muntah, rasa terbakar lambung, kram perut, sakit kepala, dan efek samping lainnya. Kemungkinan efek samping terjadi dengan adanya peningkatan dosis. Dosis diatas 2000mg per hari tidak aman karena menyebabkan banyak efek samping termasuk batu ginjal dan diare. Pada penderita batu ginjal dosis diatas 1000mg/hari dapat memperparah penyakit. Vitamin C aman untuk ibu hamil dan menyusui jika dikonsumsi dengan dosis 120mg/hari. Jika lebih dari itu dapat menyebabkan masalah pada janinnya.

 Jangan mengkonsumsi vitamin c dosis tinggi jika : Anda menderita serangan jantung; Anda menderita angioplasty; Anda menderita kanker; Anda menderita diabetes; Anda menderita gangguan darah termasuk thalassemia dan hemochromatosis; Anda menderita batu ginjal atau sejarah batu ginjal; Anda menderita defisiensi metabolik “glucose-6-phosphate dehydrogenase deficiency” (G6PDD); Anda menderita gangguan darah yaitu penyakit sickle cell

Dosis Vitamin C

Oral : Scurvy: 100-250 mg sekali atau 2 kali sehari selama beberapa hari ; Pengobatan flu : 1-3 gram sehari; Pencegahan kerusakan ginjal : vitamin C 3g diberikan sebelum pengobatan coronary angiography dan 2g diberikan setelah pengobatan malam hari dan diulang pada pagi hari; Memperlambat proses pengerasan arteri : vitamin C 250mg SR yg dikombinasi dengan 91mg (136 IU) vitamin E 2 kali sehari selama 6 tahun. Tyrosinemia pada bayi prematur : 100 mg of vitamin C; Menurunkan protein dalam urin pada penderita diabetes tipe 2 : Vitamin C 1250 mg dan vitamin E 680 IU setiap hari selama 4 minggu; Pencegahan complex regional pain syndrome pada penderita wrist fractures, vitamin C 500 mg setiap hari selama 50 hari..

Rekomendasi dosis harian (RDAs = The daily recommended dietary allowances): Bayi 0-12 bulan : 30-35 mg; Anak 1-3 tahun : 15 mg; Anak 4 – 8 tahun : 25 mg; Anak 9 – 13 tahun : 45 mg; Remaja 14 – 18 tahun : 75 mg [laki-laki] dan 65 mg [perempuan]; Dewasa 19 tahun ke atas : 90 mg [pria] dan 75 mg [wanita]; Hamil dan menyusui : 18 tahun kebawah : 115 mg; 19 – 50 tahun : 120 mg; Perokok : tambahan 35 mg per hari. 

Jangan konsumsi vitamin C untuk melebihi ketentuan berikut : 400 mg per hari untuk anak 1-3 tahun; 650 mg per hari untuk anak 4-8 tahun; 1200 mg per hari untuk anak 9-13 tahun; 1800 mg per hari untuk remaja, wanita hamil dan menyusui; 

Dioleskan pada kulit:Kebanyakan sediaan topikal digunakan untuk diaplikasikan pada kulit yang sudah keriput atau berumur. Studi menunjukkan penggunaan cream yang mengandung 5% – 10% vitamin C. Jangan mengaplikasikan vitamin C pada mata atau kelopak mata. Hindari kontak dengan rambut dan pakaian karena dapat terjadi perubahan warna.

Related Posts with Thumbnails

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*